Cara Membuat Minuman Orange
Power Soda
Bahan – Bahan :
- minuman soda rasa jeruk
- minuman jeruk dengan bulir
- es batu secukupnya (optional)
Cara Membuat :
- Masukkan es batu kedalam gelas.
- Tuang minuman bulir jeruk secukupnya, atau sampai dengan setengah gelas.
- Lalu tambahkan soda jeruk. Aduk rata.
- Jika ingin rasa soda lebih dominan, takaran minuman bulir jeruk bisa dikurangi, begitu pun sebaliknya.
- Siap dinikmati.
Cr :
Cara Membuat Minuman
Soda
Gembira
Minuman
soda ala Indonesia ini juga nggak kalah seger! Kira-kira bisa bikin
bahagia beneran gak ya?
Bahan – Bahan :
- minuman soda rasa stroberi
- susu kental manis
- es batu secukupnya
Cara Membuat :
- Pertama-tama, tuang susu kental manis sesuai selera didasar gelas.
- Tambahkan es batu secukupnya.
- Terakhir, tuang soda rasa stroberi kedalam gelas. Aduk rata.
- Soda Gembira siap disajikan.
Catatan
: Minuman soda rasa stroberi dapat diganti dengan campuran air soda+sirup
Cr :
Cara
Membuat Minuman Cream Soda
.com
Campuran
soda , sirup dan cream-nya
juara banget .
Bahan – Bahan :
- air soda
- sirup buah sesuai selera
- fresh cream
- es krim vanilla/whipped cream
- es batu secukupnya.
Cara Membuat Cream Soda :
- Tambahkan 2-4 sendok teh sirup ke dalam gelas.
- Kemudian masukkan es batu secukupnya.
- Setelah itu, tuang air soda sampai 3/4 bagian gelas.
- Tambahkan cream. Lalu beri topping eskrim/whipped cream di atasnya.
- Aduk, Cream Soda bikinanmu siap dinikmati.
Sinopsis Novel
Hidden
by Asabell
Audida
Identitas Buku
- Judul Buku : Hidden
- Penulis : Asabell Audida
- Penerbit : Romancious
- Tahun Terbit : 2018
- Jumlah Halaman : 400 halaman
- Ukuran : 14 x 20 cm
- Cover : Softcover
- ISBN : 978 – 602 – 5406 – 57 – 7
Sinopsis Novel
Hidden
Bercerita tentang Hyun Gwen dan Ceye yang dikenal sebagai seorang idol
dari salah satu boygrup terkenal bernama EXIT yang mempunyai banyak penggemar .
Namun disaat para wanita juga seluruh keluarga Gwen sendiri sangat mengelu –
elukan Ceye , Hyun Gwen malah benci pada Ceye
karena sebuah alasan yang ia sendiri tutup – tutupi . Sialnya orang yang
paling dibencinya itu adalah suaminya sendiri , yakni Ceye . Tentu saja tidak
ada yang tahu bahwa Ceye , Idol yang sudah menikah . Hanya keluarga kedua belah
pihak yang mengetahui pernikahan keduanya .
Awal
cerita dimulai dengan hebohnya media social mengenai curhatan Ceye dengan
keputusannya ingin berhenti dari dunia yang telah membesarkan namanya itu .
Alasanna menyatakan itu adalah Ceye merasa sudah pada tahap segalanya terasa berat
menjadi seorang idol . Mungkin ia memang sudah melewati masa trainee dan
memasuki puncak dala karir bermusiknya . Tapii kepopulerannya malah membuatnya
merasa tertekan . Tentu saja Agensi Idea Entertainment yang menaunginya tidak
bisa tinggal diam dan membantah pernyataan yang diunggah Ceye dengan gegabah
tersebut . Pada akhirnya , karena keputusan Ceye itulah pihak agensi , memberi sedikit kelonggaran dengan
membolehkan Ceye untuk rehat sejenak . Ceye pun memilih pulang ke kampung
halamannya di Boseong yang mungkin sudah hampir ia lupakan karena tidak pulang
selama tujuh tahun lamanya.
Selama
itu pulanya , Ceye tidak pernah menghubungi keluarganya bahkan Gwen ,istrinya .
Ia tetap disambut hangat oleh kedua keluarganya itu , kecuali Gwen tentunya
yang masih menyimpan kebencian padannya . Selama di Boseong Gwen selalu
bersikap acuh pada Ceye . Hingga akhirnya Gwen minta bercerai . Ceye tidak bisa
menuruti kemauan Gwen begitu saja .Akhirnya mereka membuat kesepakatan , agar
kedua keluarga yang sudah bertetangga sejak dulu dan bersahabat baik serta
tidak ingin mengecewakan orang tua mereka atas perjodohan kedua keluarga
tersebut . Akhirnya Ceye dan Gwen membuat kesepakatan , yaitu Ceye akan menceraikan Gwen setelah Gwen
ikut Ceye kembali ke Seoul untuk beberapa saat , karena pekerjaan Ceye yang
tidak bisa ditinggal lama dan masih banyak urusan yang belu ia selesaikan . Apalagi
setelah kasus heboh di media social tentang pernyataannya .
Disisi
lain , ada side story yang menceritakan satu pasangan lainnya . Bong Jeon Kook
dan Ahn Sona . Bong Jeon Kook adalah salah seorang anggota boygrup Music Be The
Best . Kisah mereka dimulai atas insiden Jeon Kook yang memberikan gelang
hadiah pemberian dari Sona pada Niana , dimana Sona diceritakan sebagai
mahasiswa yang menjadi penggemar Be The Best , khususnya Jeon Kook . Niana
sendiri adalah trainee yang sebentar lagi akan debut bersama girlgrup dan
bernaung dibawah agensi yang sama . Karena rasa bersalahnya Jeon Kook yang
mengetahui bahwa penggemarnya , Sona kecewa atas tindakannya yang malah
memberikan gelang pemberian dari penggemar kepada Niana , wanita yang disukai
Jeon Kook . Ia pun atas persetujuan managernya , membolehkan Sona untuk
berjalan – jalan selama tiga hari dengan Jeon Kook dengan syarat tidak boleh
memfoto atau menyebarkan kabar tersebut , semacam pertemuan antara penggemar .
Namun , secara rahasia Sona pun mengetahui dan mendengar ajakan tersebut senang
bukan kepalang . Idola yang sangat ia sukai akan berjalan – jalan bersamanya .
Karena pertemuan – pertemuan itulah benih – benih cinta diantara mereka
berdua mulai muncul . Terutama Jeon Kook , yang kagum dengan kepribadian Sona
yang polos , rendah hati , baik , jujur , dan suka menolong . Namun tentu saja
kisah cinta mereka tidak akan semudah itu diraih dan dijalani . Karena Jeon
Kook adalah seorang idol . Apalagi idol di Korea haruslah bersih dari skandal
berpacaran . Karena dapat menurunkan nilai popularitas dan kehilangan penggemar
serta pihak agensi yang sudah pasti akan menentang habis – habisan .
Lalu
, bagaimanakah kelanjutan kisah kedua pasangan dalam novel ini ? Akan kah Ceye menepati
janjinya akan menceraikan Gwen saat mereka akhirnya tinggal bersama di Seoul ?
Apa alasan dibalik sikap Gwen yang sangat membenci Ceye ? Dan akankah Jeon Kook
dan Sona dapat bersama ? Lalu bagaimana dengan Niana .
Sumber :
Misteri Segitiga Bermuda
Nama
Segitiga Bermuda kembali mencuat setelah sebuah pesawat hilang misterius.
Pesawat pribadi berpenumpang lima orang itu raib tanpa penjelasan.
Sejak lama, nama
Segitiga Bermuda berkonotasi negatif dengan kesan angker yang menyelimutinya.
Lebih dari 1.000 kapal dan pesawat yang hilang tanpa alasan yang jelas di
perairan antara Florida, Bermuda, dan Puerto Rico ini dalam 5 abad terakhir.
Dirunut dari
sejarahnya, reputasi buruk Segitiga Bermuda bermula dari pengakuan Christopher
Columbus. Berdasarkan catatan pribadinya tertanggal 8 Oktober 1492, Columbus
mengaku kompas miliknya tiba-tiba rusak saat melintasi perairan seluas 500 ribu
mil persegi ini.
Dalam pelayaran
pertama Columbus menuju Dunia Baru itu, dia juga mengaku menyaksikan bola api
yang jatuh ke laut Segitiga Bermuda, lalu beberapa pekan setelahnya, dia
melihat cahaya aneh di kejauhan. Para ahli menduga yang disaksikan Columbus
kala itu adalah meteor jatuh.
Kisah hilangnya pesawat
di Segitiga Bermuda baru memantik perhatian publik di abad ke-20. Salah satu
yang paling menarik perhatian hilangnya kapal kargo Angkatan Laut AS, USS
Cyclops pada tahun 1918. Kapal sepanjang 600 meter dan berawak 300 orang itu
tenggelam tiba-tiba di Segitiga Bermuda.
USS Cyclops tidak pernah mengirim sinyal SOS
dan bangkainya tidak pernah ditemukan. Pada tahun 1941, dua kapal AL AS lainnya
juga hilang misterius di jalur yang sama.
Kasus besar lainnya terjadi pada Desember
1945. Saat itu lima pesawat pengebom militer AS yang membawa 14 orang terbang
dari Fort Lauderdale untuk latihan penyerangan lepas pantai.
Tiba-tiba kompas mereka rusak. Lima pesawat
ini kemudian terbang tak tentu arah hingga kehabisan bahan bakar dan jatuh di
laut. Di hari yang sama, kapal pencari berisi 13 kru juga hilang tanpa jejak.
Perhatian terhadap
Segitiga Bermuda bermula pada 1950 setelah Edward Van Winkle Jones menulis di
Associated Press. Jones dalam tulisan itu mengumpulkan kasus-kasus hilang
misterius di Segitiga Bermuda, yaitu sekitar 135 pesawat.
Teori-teori lantas bermunculan, mulai dari
medan magnet, benteng setan, lubang hitam, hingga alien.Salah satu teori aneh
dimulai oleh M. K. Jessup melalui bukunya "The Case for the UFO" pada
1955. Namun istilah "Segitiga Bermuda" sendiri baru muncul pada 1964,
dibuat oleh Vincent H. Gaddis dalam artikelnya di sebuah majalah. Hingga tahun
1970-an, demam misteri Segitiga Bermuda mencapai puncaknya dengan banyaknya
tulisan dan buku yang mengupasnya, salah satunya "The Bermuda
Triangle" oleh Charles Berlitz.
Namun berbagai teori itu
dipatahkan oleh Larry Kusche dalam tulisannya pada buku "The Bermuda
Triangle Mystery: Solved" tahun 1975. Menurut dia, para penulis
teori-teori itu melebih-lebihkan dan tidak punya bukti-bukti yang kuat.
Kusche melanjutkan,
insiden di Segitiga Bermuda tidak ubahnya insiden serupa di banyak samudera di
seluruh dunia. Negara-negara mengamini Kusche, di antaranya adalah Amerika
Serikat yang menolak istilah Segitiga Bermuda.
Segitiga Bermuda saat ini masih menjadi
daerah dengan lalu lintas kapal dan pesawat terpadat di dunia. Ini adalah jalur
pelayaran penting bagi kapal dagang menuju pelabuhan Amerika, Eropa dan
Kepulauan Karibia.
"Dalam peninjauan dari kapal dan pesawat yang hilang di
wilayah itu selama bertahun-tahun, tidak ditemukan penyebab lain selain sebab
fisik. Tidak ada faktor luar biasa yang teridentifikasi," kata pernyataan
Polisi Laut Amerika Serikat kala itu.
Sumber :
Sejarah Museum Fatahillah
Jakarta sebagai ibukota RI telah
menyimpan riwayat sejarah yang amat panjang, bahkan hingga ke masa prasejarah.
Perjalanan sejarah ini masih dapat kita pelajari dan kita nikmati hingga kini
di Museum Fatahillah, yang terletak di Kawasan Kota Tua, atau tepatnya di Jalan
Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Disini anda dapat menelusuri berbagai
peninggalan sejarah kota Jakarta sejak zaman prasejarah, masa kejayaan
pelabuhan Sunda Kelapa, era penjajahan, hingga ke masa setelah kemerdekaan.
Gedung Museum yang berdiri saat ini awalnya merupakan Balai Kota (Stadhuis) yang diresmikan oleh Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck pada tahun 1710. Pembangunan gedung ini sendiri telah dimulai pada era Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen, pada tahun 1620. Kondisi tanah Jakarta yang labil membuat gedung ini sempat anjlok, sehingga dilakukan beberapa kali usaha pemugaran hingga peresmiannya.
Pada masa selanjutnya, gedung ini sempat mengalami beberapa kali peralihan fungsi. Gedung ini pernah berfungsi antara lain sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (1925-1942), kantor pengumpulan logistik Dai Nippon (1942-1945), markas Komando Militer Kota/Kodim 0503 Jakarta Barat (1952-1968). Baru pada tahun 1968, gedung secara resmi diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta pada 1968 dan diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.
Museum dengan nama populer 'Museum Fatahillah' ini menyimpan 23.500 koleksi barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika. Koleksi ini berasal dari Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum) yang sebelumnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, yang saat ini ditempati Museum Wayang. Diantara koleksi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah Prasasti Ciaruteun peninggalan Tarumanagara, Meriam Si Jagur, Patung Dewa Hermes, sel tahanan dari Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830). Ada pula lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda dari 1602-1942, alat pertukangan zaman prasejarah dan koleksi persenjataan. Selain itu, terdapat koleksi mebel antik peninggalan abad ke-17 hingga abad ke-19, sejumlah keramik, gerabah dan prasasti.
Berbagai koleksi yang ada dipamerkan dalam beberapa ruangan, sesuai periode asalnya. Ruang-ruang pameran yang ada yaitu, Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung dan Ruang MH Thamrin. Pembagian ruangan ini dan penataan koleksi yang ada sangat mempertimbangkan aspek artistik dengan harapan dapat berfungsi seoptimal mungkin sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Koleksi yang dipamerkan ke publik hanya sekitar 500 buah saja, sedangkan sisanya disimpan dalam ruang penyimpanan. Secara berkala, koleksi ini dirotasi sehingga dapat dilihat oleh masyarakat.
Gedung Museum yang berdiri saat ini awalnya merupakan Balai Kota (Stadhuis) yang diresmikan oleh Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck pada tahun 1710. Pembangunan gedung ini sendiri telah dimulai pada era Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen, pada tahun 1620. Kondisi tanah Jakarta yang labil membuat gedung ini sempat anjlok, sehingga dilakukan beberapa kali usaha pemugaran hingga peresmiannya.
Pada masa selanjutnya, gedung ini sempat mengalami beberapa kali peralihan fungsi. Gedung ini pernah berfungsi antara lain sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (1925-1942), kantor pengumpulan logistik Dai Nippon (1942-1945), markas Komando Militer Kota/Kodim 0503 Jakarta Barat (1952-1968). Baru pada tahun 1968, gedung secara resmi diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta pada 1968 dan diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.
Museum dengan nama populer 'Museum Fatahillah' ini menyimpan 23.500 koleksi barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika. Koleksi ini berasal dari Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum) yang sebelumnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, yang saat ini ditempati Museum Wayang. Diantara koleksi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah Prasasti Ciaruteun peninggalan Tarumanagara, Meriam Si Jagur, Patung Dewa Hermes, sel tahanan dari Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830). Ada pula lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda dari 1602-1942, alat pertukangan zaman prasejarah dan koleksi persenjataan. Selain itu, terdapat koleksi mebel antik peninggalan abad ke-17 hingga abad ke-19, sejumlah keramik, gerabah dan prasasti.
Berbagai koleksi yang ada dipamerkan dalam beberapa ruangan, sesuai periode asalnya. Ruang-ruang pameran yang ada yaitu, Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung dan Ruang MH Thamrin. Pembagian ruangan ini dan penataan koleksi yang ada sangat mempertimbangkan aspek artistik dengan harapan dapat berfungsi seoptimal mungkin sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Koleksi yang dipamerkan ke publik hanya sekitar 500 buah saja, sedangkan sisanya disimpan dalam ruang penyimpanan. Secara berkala, koleksi ini dirotasi sehingga dapat dilihat oleh masyarakat.
Sumber :










